Selasa, 04 April 2017

Definisi Six Sigma Dan TQM

 SIX SIGMA DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT(TQM)

         A.   Six Sigma
          1.    Apa itu Six Sigma
Six Sigma ialah suatu metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement). SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ.
Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Semakin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya.
Strategi yang dilakukan oleh Six Sigma adalah :
1. Fokus terhadap Kepuasan dan Kebutuhan Pelanggan (Customer Focused)
2. Menurunkan tingkat kecacatan (Reduce Defect)
3. Berkisar di sekitar Pusat Target (Center around Target)
4. Menurunkan Variasi (Reduce Variation)
2. Kelebihan Six Sigma
1. Six Sigma jauh lebih rinci daripada metode analisis berdasarkan statistik. Six Sigma dapat diterapkan dibidang usaha apa saja mulai dari perencanaan strategi sampai operasional hingga pelayanan pelanggan dan memaksimalisasi motivasi atas usaha.
2. Six Sigma sangat berpotensi diterapkan pada bidang jasa atau non manufaktur disamping lingkungan teknikal, misalnya seperti bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, logistic, teknologi informasi, dan sebagainya.
3. Dengan Six Sigma dapat dipahami sistem dan variabel mana yang dapat dimonitor dan direspon balik dengan cepat.
3. Kekurangan Six Sigma
1. Phobia terhadap Statistik, maksudnya yaitu butuh waktu untuk mempelajari statistik yang menjadi dasar Six Sigma.
2. Biaya Pelatihan, Sumber daya untuk memberi pelatihan kepada sejumlah orang bukan hanya biaya pelatihan tapi juga kegiatan yang terganggu atau harus digantikan orang lain.
3. Pengukuran CTQ, sangat mudah untuk mengukur jumlah cacat pada produk hasil proses manufaktur.
4. Kurangnya pelatihan untuk menangani proses non manufaktur, metodologi yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah yang umum dipakai dalam menangani masalah manufaktur yang kebanyakan mempunyai data-data kuantitatif.
5. Ketidakmampuan melihat secara sistem, penentuan tujuan per proyek menimbulka resiko pemikiran pelaku six sigma terkotak-kotak hanya pada proyel yang sedang dijalankan.
B. Total Quality Management (TQM)
1.  Apa itu TQM
Total Quality Management didefinisikan sebagai konsep perbaikan yang dilakukan secara terus menerus, yang melibatkan semua karyawan di setiap level organisasi, untuk mencapai kualitas yang ‘exellent’ dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen (Dipietro,1993;Greg et al,1994).
Pengertian TQM secara rinci (Handoko,1998): Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus terhadap produk jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungannya.
Sebab, berdasarkan TQM, tolok ukur keberhasilan usaha bertumpu pada kepuasan pelanggan atas barang atau jasa yang diterimanya.
     Kelebihan TQM
1          .      TQM tidak mempercayakan semata-mata pada perintah atasan yang memerintah, jaringan          dikembangkan secara multi-channel dan interaktip melalui suatu organisasi.
2          .      Penerapan TQM merupakan suatu konsep yang menjawab semua kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga anatara keinginan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi oleh konsep ini.
3          .      Penerapan TQM merupakan konsep yang mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk membangun bersama mutu pendidikan yang lebih maju dan sinergis.

      Kekurangan TQM
1           .      Kualitas sering merupakan aktivitas sampingan, terpisah dari isu kunci dari strategi usaha dan kinerja.
2           .      Pada banyak organisasi, kualitas dirasakan bersifat temporer dan apabila pemimpin yang memprakarsainya meninggalkan perusahaan, kualitas kemudian diabaikan.
3           .      Kebingungan terhadap TQM berasal dari kata kualitas itu sendiri.kata kualitas mempunyai banyak arti, tergantung dari bagaimana kita memandangnya.

4           .      Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tidak jelas dengan menetapkan tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar