SIX SIGMA
DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT(TQM)
A.
Six Sigma
1. Apa itu Six Sigma
1. Apa itu Six Sigma
Six Sigma ialah suatu
metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan
proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement). SIX
SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan
satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ.
Six Sigma juga sering di
simbolkan menjadi 6σ. Semakin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya.
Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan
atau kegagalannya.
Strategi yang dilakukan oleh
Six Sigma adalah :
1. Fokus terhadap Kepuasan dan
Kebutuhan Pelanggan (Customer Focused)
2. Menurunkan tingkat
kecacatan (Reduce Defect)
3. Berkisar di sekitar Pusat
Target (Center around Target)
4. Menurunkan Variasi (Reduce
Variation)
2. Kelebihan Six Sigma
1. Six Sigma jauh lebih rinci
daripada metode analisis berdasarkan statistik. Six Sigma dapat diterapkan
dibidang usaha apa saja mulai dari perencanaan strategi sampai operasional
hingga pelayanan pelanggan dan memaksimalisasi motivasi atas usaha.
2. Six Sigma sangat berpotensi
diterapkan pada bidang jasa atau non manufaktur disamping lingkungan teknikal,
misalnya seperti bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, logistic,
teknologi informasi, dan sebagainya.
3. Dengan Six Sigma dapat
dipahami sistem dan variabel mana yang dapat dimonitor dan direspon balik
dengan cepat.
3. Kekurangan Six Sigma
1. Phobia terhadap Statistik,
maksudnya yaitu butuh waktu untuk mempelajari statistik yang menjadi dasar Six
Sigma.
2. Biaya Pelatihan, Sumber
daya untuk memberi pelatihan kepada sejumlah orang bukan hanya biaya pelatihan
tapi juga kegiatan yang terganggu atau harus digantikan orang lain.
3. Pengukuran CTQ, sangat
mudah untuk mengukur jumlah cacat pada produk hasil proses manufaktur.
4. Kurangnya pelatihan untuk
menangani proses non manufaktur, metodologi yang diperkenalkan dalam pelatihan
adalah yang umum dipakai dalam menangani masalah manufaktur yang kebanyakan
mempunyai data-data kuantitatif.
5. Ketidakmampuan melihat
secara sistem, penentuan tujuan per proyek menimbulka resiko pemikiran pelaku
six sigma terkotak-kotak hanya pada proyel yang sedang dijalankan.
B. Total Quality Management (TQM)
1. Apa itu TQM
Total Quality Management didefinisikan
sebagai konsep perbaikan yang dilakukan secara terus menerus, yang melibatkan semua
karyawan di setiap level organisasi, untuk mencapai kualitas yang ‘exellent’
dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen (Dipietro,1993;Greg et
al,1994).
Pengertian TQM secara rinci
(Handoko,1998): Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam
menjalankan usaha yang mencoba memaksimalkan daya saing organisasi melalui
perbaikan terus-menerus terhadap produk jasa, sumber daya manusia, proses dan
lingkungannya.
Sebab, berdasarkan TQM, tolok
ukur keberhasilan usaha bertumpu pada kepuasan pelanggan atas barang atau jasa
yang diterimanya.
Kelebihan
TQM
1 . TQM
tidak mempercayakan semata-mata pada perintah atasan yang memerintah,
jaringan dikembangkan secara
multi-channel dan interaktip melalui suatu organisasi.
2 . Penerapan
TQM merupakan suatu konsep yang menjawab semua kebutuhan masyarakat saat ini.
Sehingga anatara keinginan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi oleh konsep
ini.
3 . Penerapan
TQM merupakan konsep yang mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah
untuk membangun bersama mutu pendidikan yang lebih maju dan sinergis.
Kekurangan
TQM
1 . Kualitas
sering merupakan aktivitas sampingan, terpisah dari isu kunci dari strategi
usaha dan kinerja.
2 . Pada
banyak organisasi, kualitas dirasakan bersifat temporer dan apabila pemimpin
yang memprakarsainya meninggalkan perusahaan, kualitas kemudian diabaikan.
3 . Kebingungan
terhadap TQM berasal dari kata kualitas itu sendiri.kata kualitas mempunyai
banyak arti, tergantung dari bagaimana kita memandangnya.
4 . Banyak
perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tidak jelas dengan menetapkan
tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan
pencapaian tujuan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar