Jumat, 08 Desember 2017

PERBANDINGAN TEKNOLOGI SISTEM CERDAS DI 3 NEGARA ASIA

Perbandingan Teknologi Sistem Cerdas Di 3 Negara Asia

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan banyak dijumpai. Kecerdasan Buatan atau Sistem cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligence merupakan cabang terpenting dalam dunia komputer. Komputer tidah hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bias dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan penalaran dengan baik, agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.
Pada sistem cerdas kali ini membahas tentang Perbandingan Teknologi di 3 Negara Asia,seperti yang kita ketahui seiring perkembangan zaman banyak sekali teknologi yang menggunakan sistem cerdas untuk mempermudah, mempercepat, dan membantu kinerja manusia agar lebih mudah. Salah satunya adalah Teknologi Kereta Cepat yang berada di :

1. Cina



Teknologi sistem cerdas pertama untuk kereta kecepatan tinggi di china di produksi oleh CSR Qingdao Sifang Co, Ltd di Qingdao, sebuah kota pantai di provinsi shandong China Timur. Tes kereta api, kecepatan tinggi (CRH) 380A kereta sebagai platform teknis adalah kendaraan transportasi besar pertama china yang menerapkan internet teknologi things dan teknologi jaringan sensor dimana penumpang bisa menikmati layanan informasi modern seperti e-ticket dan wifi.

2. Jepang


Sebuah kereta levitasi magnetik Jepang memecahkan rekor kecepatan dunia setelah bergerak dengan kecepatan 603 km per jam dalam uji coba di dekat Gunung Fuji. Kereta tersebut mengalahkan kecepatan kereta uji coba sebelumnya yang bergerak dengan kecepatan 590 km per jam.
Kereta levitasi magnetik Jepang menggunakan magnet bermuatan listrik untuk membawa gerbong di atas rel. Sebagai pemilik kereta, perusahaan Central Japan Railway (JR Central) berencana untuk memperkenalkan layanan kereta rute Tokyo-Nagoya pada 2027 mendatang.
Perjalanan 280 km antara Tokyo dan Nagoya, bisa ditempuh dalam waktu 40 menit. Namun, penumpang tidak akan merasakan kecepatan tertinggi kereja tersebut karena kereta akan beroperasi maksimum pada kecepatan 505 km per jam. Persiapan diperkirakan menghabiskan dana sebesar 100 miliar dolar hanya untuk rute ke Nagoya. Jepang rencananya akan membangun terowongan mahal.

3. Korea Selatan


Korea Train eXpress atau yang disingkat KTX adalah kereta kecepatan tinggi Korea Selatan. Kereta ini dirancang berdasarkan dari teknologi TGV Perancis dan memiliki kecepatan tertinggi 300 km/jam atau lebih. Pada 16 Desember 2004, HSR350X mencapai kecepatan percobaan pada 352,4 km/jam. Setelah 12 tahun dalam pembangunan, bagian pertama sistem yang menghubungkan Seoul ke Busan lewat Daejeon dan Daegu dan Seoul ke Mokpo (Jalur Honam) dibuka pada 31 Maret 2004. Dengan menggunakan rel kecepatan tinggi setengah bagian saja, jalur ini dapat memotong waktu perjalanan antara Seoul dan Busan (Jalur Gyeongbu) dari 260 menit menjadi 160 menit; peningkatan ke 116 menit direncanakan pada 2010, ketika kereta ini beralih ke jalur kecepatan tinggi seluruhnya.

Kesimpulan :

Jadi,dari Perbandingan Sistem Cerdas Tentang Teknologi Di 3 Negara Asia tersebut, kita bisa lihat bahwa jepang memang paling unggul dari negara-negara lain. Tidak bisa di pungkiri karena jepang memang mempunyai produksi teknologi transportasi yang sangat bagus. Seiring perkembangan zaman, negara lain pun bisa juga memproduksi hasil teknologi transportasi seperti negara sakura tersebut. Tapi juga tergantung pemerintah negara itu sendiri bagaimana cara dia mengembangkan hasil produksi negaranya agar menjadi negara yang lebih maju dalam segala hal.


Sumber :

Rabu, 06 Desember 2017

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SISTEM CERDAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Keuntungan Dan Kerugian Sistem Cerdas Dalam Kehidupan Sehari-hari



Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game. 'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya.
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
AI adalah tingkah-laku mesin yang bila dilakukan mahluk hidup dinamai kecerdasan. AI adalah ilmu atau rekayasa dari pembuatan mesin cerdas, misal program komputer cerdas.
Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica). Adapun kelebihan dan kekurangan system cerdas dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut:

Keuntungan Artificial Intelligence :
Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
Memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan.

Kekurangan Artificial Intelligence :
Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Pandangan Kedepan Untuk Sistem Cerdas Di Indonesia


Menurut saya sistem cerdas di Indonesia harus lebih baik lagi, agar Indonesia dapat berkembang lagi seperti negara negara lainnya, tetapi tidak harus mengikuti yang sudah ada, karena dengan menggunakan sistem cerdas yang berlebihan semakin membuat manusia menjadi malas, karena sudah dibantu oleh sistem buatan atau robot yang serba bisa. Jadi sebaiknya sistem cerdas harus digunakan dengan sebaik mungkin dan seminimal mungkin.




Sumber :

http://sitidwisuryatmi.blogspot.co.id/2016/11/kelebihan-kekurangan-sistem-cerdas.html