"Janganlah kamu melakukan perbuatan jahat seperti pada video diatas, karena resikonya sangat berat".
Deyan Nurleo.D blog
Rabu, 11 Juli 2018
Tugas Animasi Softskill (Pengenalan Animasi & Desain Grafis)
"Janganlah kamu melakukan perbuatan jahat seperti pada video diatas, karena resikonya sangat berat".
Jumat, 08 Desember 2017
PERBANDINGAN TEKNOLOGI SISTEM CERDAS DI 3 NEGARA ASIA
Perbandingan
Teknologi Sistem Cerdas Di 3 Negara Asia
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) telah
menjadi wacana umum yang sangat penting dan banyak dijumpai. Kecerdasan Buatan
atau Sistem cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligence
merupakan cabang terpenting dalam dunia komputer. Komputer tidah hanya alat
untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala
sesuatu yang bias dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan,
pengalaman dan kemampuan penalaran dengan baik, agar komputer bisa bertindak
seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan
mempunyai kemampuan untuk menalar.
Pada sistem cerdas kali ini membahas tentang
Perbandingan Teknologi di 3 Negara Asia,seperti yang kita ketahui seiring
perkembangan zaman banyak sekali teknologi yang menggunakan sistem cerdas untuk
mempermudah, mempercepat, dan membantu kinerja manusia agar lebih mudah. Salah
satunya adalah Teknologi Kereta Cepat yang berada di :
1. Cina
Teknologi sistem cerdas pertama untuk kereta kecepatan
tinggi di china di produksi oleh CSR Qingdao Sifang Co, Ltd di Qingdao, sebuah
kota pantai di provinsi shandong China Timur. Tes kereta api, kecepatan tinggi
(CRH) 380A kereta sebagai platform teknis adalah kendaraan transportasi besar
pertama china yang menerapkan internet teknologi things dan teknologi jaringan
sensor dimana penumpang bisa menikmati layanan informasi modern seperti
e-ticket dan wifi.
2. Jepang
Sebuah kereta levitasi magnetik Jepang memecahkan
rekor kecepatan dunia setelah bergerak dengan kecepatan 603 km per jam dalam
uji coba di dekat Gunung Fuji. Kereta tersebut mengalahkan kecepatan kereta uji
coba sebelumnya yang bergerak dengan kecepatan 590 km per jam.
Kereta levitasi magnetik Jepang menggunakan magnet
bermuatan listrik untuk membawa gerbong di atas rel. Sebagai pemilik kereta,
perusahaan Central Japan Railway (JR Central) berencana untuk memperkenalkan
layanan kereta rute Tokyo-Nagoya pada 2027 mendatang.
Perjalanan 280 km antara Tokyo dan Nagoya, bisa
ditempuh dalam waktu 40 menit. Namun, penumpang tidak akan merasakan kecepatan
tertinggi kereja tersebut karena kereta akan beroperasi maksimum pada kecepatan
505 km per jam. Persiapan diperkirakan menghabiskan dana sebesar 100 miliar
dolar hanya untuk rute ke Nagoya. Jepang rencananya akan membangun terowongan
mahal.
3. Korea Selatan
Korea Train eXpress atau yang disingkat KTX adalah
kereta kecepatan tinggi Korea Selatan. Kereta ini dirancang berdasarkan dari
teknologi TGV Perancis dan memiliki kecepatan tertinggi 300 km/jam atau lebih. Pada
16 Desember 2004, HSR350X mencapai kecepatan percobaan pada 352,4 km/jam.
Setelah 12 tahun dalam pembangunan, bagian pertama sistem yang menghubungkan
Seoul ke Busan lewat Daejeon dan Daegu dan Seoul ke Mokpo (Jalur Honam) dibuka
pada 31 Maret 2004. Dengan menggunakan rel kecepatan tinggi setengah bagian saja,
jalur ini dapat memotong waktu perjalanan antara Seoul dan Busan (Jalur
Gyeongbu) dari 260 menit menjadi 160 menit; peningkatan ke 116 menit
direncanakan pada 2010, ketika kereta ini beralih ke jalur kecepatan tinggi
seluruhnya.
Kesimpulan :
Jadi,dari Perbandingan Sistem Cerdas Tentang Teknologi
Di 3 Negara Asia tersebut, kita bisa lihat bahwa jepang memang paling unggul
dari negara-negara lain. Tidak bisa di pungkiri karena jepang memang
mempunyai produksi teknologi transportasi yang sangat bagus. Seiring
perkembangan zaman, negara lain pun bisa juga memproduksi hasil teknologi transportasi
seperti negara sakura tersebut. Tapi juga tergantung pemerintah negara itu
sendiri bagaimana cara dia mengembangkan hasil produksi negaranya agar menjadi
negara yang lebih maju dalam segala hal.
Sumber :
Rabu, 06 Desember 2017
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SISTEM CERDAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Keuntungan
Dan Kerugian Sistem Cerdas Dalam Kehidupan Sehari-hari
Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial
Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem
seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke
dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan
antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan
syaraf tiruan dan robotika. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam
bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun
dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan,
tapi juga mengkonstruksinya.
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang
bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan
lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
AI adalah tingkah-laku mesin yang bila dilakukan
mahluk hidup dinamai kecerdasan. AI adalah ilmu atau rekayasa dari pembuatan
mesin cerdas, misal program komputer cerdas.
Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang dari
ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan
bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan
metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia
Britannica). Adapun kelebihan dan kekurangan system cerdas dalam kehidupan
sehari-hari, yaitu sebagai berikut:
Keuntungan
Artificial Intelligence :
Kemampuan
menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
Memiliki
ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
Dapat
digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan.
Kekurangan Artificial Intelligence :
Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common
sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses
informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya
dimiliki oleh manusia.
Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence
terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang
diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah
informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Pandangan
Kedepan Untuk Sistem Cerdas Di Indonesia
Menurut saya sistem cerdas di Indonesia harus lebih
baik lagi, agar Indonesia dapat berkembang lagi seperti negara negara lainnya,
tetapi tidak harus mengikuti yang sudah ada, karena dengan menggunakan sistem
cerdas yang berlebihan semakin membuat manusia menjadi malas, karena sudah
dibantu oleh sistem buatan atau robot yang serba bisa. Jadi sebaiknya sistem
cerdas harus digunakan dengan sebaik mungkin dan seminimal mungkin.
Sumber :
http://sitidwisuryatmi.blogspot.co.id/2016/11/kelebihan-kekurangan-sistem-cerdas.html
Kamis, 30 November 2017
Teknologi Kecerdasan Di Bidang Kesehatan
Penerapan
AI dalam Bidang Kesehatan
A. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
Dewasa ini perkembangan komputer sangat pesat dan
dimaksimalkan untuk menggantikan beberapa peran dar manusia seperti menghitung,
memprediksi, mengenali masalah, menggambar atau bahkan menghibur.
Disamping peran-peran tersebut, ada satu peran penting
yang saat ini dicoba untuk digantikan oleh komputer, yaitu kecerdasan. Sebuah
film yang berjudul “Transformer” menggambarkan robot-robot yang cerdas yang
memiliki kemampuan untuk berpikir untuk mewujudkan keinginan mereka. Film
tersebut menunjukkan imajinasi manusia tentang robot cerdas.
Saat inipun para ilmuwan telah berhasil menciptakan
robot yang mendekati kecerdasan manusia. Robot ASIMO dari Jepang mampu
menentukan lokasi, mempelajari lingkungan sekitarnya dan bergerak ke sebuah
lokasi.
Di bidang biometrik, komputer dapat dipakai untuk
mengenali wajah, sidik jari, retina mata dan lain-lain sehingga dapat dipakai
untuk mengidentifikasi pengguna (user) komputer atau dapat diaplikasikan di
bidang lain seperti bidang kesehatan.
Artificial intelligence atau kecerdasan buatan
didefinisikan sebagai cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan tingkah laku
cerdas, belajar dan beradaptasi pada sebuah mesin. Dengan demikian bidang ilmu
komputer merupakan dasar untuk membangun mesin cerdas.
2. Manfaat
Beberapa manfaat yang dapat diaplikasikan dari
kecerdasan buatan ini adalah :
a. Deduksi
Deduksi merupakan upaya penyelesaian masalah selangkah
demi selangkah dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan kombinasi yang
terjadi (kombinatorik). Bahkan saat ini dikembangkan mesin intuitif yang dapat
menyelesaikan masalah secara intuitif yang dapat dilakukan manusia.
b. Representasi Pengetahuan
Mesin cerdas memerlukan basis pengetahuan untuk menyelesaikan
masalah yang tersimpan dalam sebuah basis data (database). Representasi
pengetahuan ini berbentuk obyek, hubungan antar obyek, properti, pengetahuan,
situasi, kejadian, sebab akibat dan lain-lain.
c. Belajar
Mesin cerdas dimanfaatkan untuk mengenali perubahan
pola yang kompleks berdasarkan basis data dan membuat sebuah keputusan
berdasarkan data tersebut.
d. Natural Language Processing (NLP)
NLP merupakan mesin yang dapat membaca dan memahami
bahasa yang diucapkan manusia sehingga interaksi mesin cerdas dengan manusia
berjalan melalui interaksi yang lebih alami.
e. Gerakan dan Manipulasi
Saat ini sudah ada robot yang bisa menuruni tangga,
berjoget, berjalan mengatasi rintangan dan sebagainya.
f. Persepsi
Mesin cerdas mampu mengenali input audio visual
seperti suara, wajah dan lain-lain.
g. Kecerdasan Sosial
Emosi dan kemampuan sosialiasi juga menjadi topik
penting dalam pengembangan mesin cerdas. Sebelum berinteraksi mesin harus
mengenali emosi lawannya sehingga dapat memberikan respon emosi balasan.
B. Contoh implementasi AI dalam bidang kesehatan
1. Rekam Medik Elektronik (Electronic Medical
Record/EMR)
a.) Penjelasan
Rekam medik merupakan basis data yang berisi berbagai
catatan medis pasien di sebuah institusi pelayanan kesehatan. Pencatatan dan penyimpanan
data pasien ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan kembali atau untuk mengenali
pola kesehatan pasien.
Media rekam medik berkembang dari waktu ke waktu. Saat
ini rekam medik menggunakan kertas sebagai media penyimpanan. Tetapi kertas
memiliki banyak kelemahan seperti dalam akses data, tempat penyimpanan dan
keawetannya sehingga rekam medis berkembang dengan menggunakan media
elektronik.
Rekam medik elektronik menyimpan data elektronik dalam
berbagai media penyimpanan seperti harddisk, smartcard, flashdisk dan
sebagainya, bahkan ada juga yang disimpan dalam website tertentu.
b.) Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Rekam Medis
Elektronik
Rekam medik memanfaatkan kelebihan komputer untuk
menginput, menyimpan, mengolah dan memanfaatkan data rekam medis seorang pasien
sehingga komputer diharapkan dapat melakukan diagnosis dan menentukan tindakan
medis untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.
Penerapan kecerdasan buatan (dari komputer) untuk
rekam medik elektronik menggunakan teknik reasoning. Teknik reasoning
memungkinkan komputer mengambil sebuah keputusan berdasarkan pengetahuan (data)
dan aturan (rule) yang dimasukkan dan diproses dalam bentuk basis pengetahuan
(knowledge base). Kecerdasan komputer dapat ditingkatkan dengan memasukkan
fakta atau rule yang merupakan penemuan baru ke dalam knowledge base.
Sistem Pakar merupakan salah satu contoh penerapan
kecerdasan komputer dalam rekam medik elektronik. Sistem pakar mengalihkan
keahlian tenaga medis ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan
lagi pada orang yang bukan ahli.
sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer
yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan
untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh
tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan.
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan,
penilaian, pengalaman, metode khusus serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini
dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah.
Pengalihan keahlian tenaga medis ke komputer dan ke
tenaga medis lain membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari
para ahli atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer),
inferensi pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang
disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan (knowledge base) yaitu:
fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan).
Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar
adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai
basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data maka
komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi (mengambil kesimpulan).
Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine)
dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu
fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Sistem pakar dalam rekam medik elektronik menggunakan
basis pengetahuan yang berasal dari para tenaga medis ahli dan digunakan untuk
mengambil sebuah keputusan kesehatan serta menentukan tindakan medis untuk
mengatasi masalah kesehatan yang dialami pasien. Selnjutnya setiap aktivitas
dalam penggunaan sistem pakar disimpan sebagai data elektronik dalam rekam
medik elektronik.
2. Kecerdasan buatan untuk analisis kondisi ginjal
pasien
Pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan
buatan untuk menganalisis dan memprediksi data keluaran renograf dual probe
(BI-756) telah dilakukan dengan baik. Renograf dual probe (BI-756) adalah
perangkat medis hasil rekayasa desain dan pabrikasi BATAN. Bantuan dokter ahli
yang berpengalaman sangat dibutuhkan untuk menganalisis kondisi ginjal pasien
dengan tepat. Karena keberadaan dokter ahli yang berpengalaman di bidang
analisis ginjal sangat terbatas, masalah ini bisa diatasi dengan menyediakan
suatu sistem perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan yang memiliki
pengetahuan dan analisis komprehensif dari dokter ahli yang berpengalaman.
Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat lunak yang dapat menganalisis
kondisi ginjal pasien dengan tepat. Perangkat lunak yang dikembangkan mampu
memprediksi kondisi ginjal pasien dengan tepat. Data masukan perangkat lunak
yang dikembangkan adalah data keluaran digital dari renograf dual probe
(BI-756). Perangkat lunak telah diujikan terhadap data pasien yang sesungguhnya
dan kemampuan identifikasi 98 % diperoleh dari 618 data uji. Hasil ini
menunjukkan bahwa perangkat lunak memiliki kemampuan baik dimana hanya dilatih
dengan 6 data saja.
Visi
dan Misi Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta
Ø Visi Kami
Menjadi rumah sakit pilihan dengan menyediakan layanan
perawatan kesehatan terbaik, aman, bermutu tinggi dan inovatif.
Ø Misi Kami
Menyediakan pelayanan secara utuh, konsisten dan
terpadu berfokus pada pasien melalui praktek berbasis bukti yang sesuai dan
pelayanan prima dengan komitmen, kerja sama tim, keterlibatan dari pihak
terkait dan peningkatan kompetensi individu yang berkesinambungan.
Ø Motto Kami
Kesehatan Anda, Prioritas Kami.
Ø Nilai/Budaya Perusahaan
Integritas, Kualitas, Kerja sama Tim, Etika, Semangat
& Keteguhan, Inovasi, Pengembangan Individu, dan Pembelajaran
Berkesinambungan.
Teknologi
yang digunakan di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta
Ø
MRI (Magnetic resonance imaging)
Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi
magnetik adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi
gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. MRI
dapat memberikan informasi struktur tubuh yang tidak dapat ditemukan pada tes
lain, seperti X-ray,ultrasound, atau CT scan.
Pada tes MRI, tubuh yang akan dipindai ditempatkan
pada sebuah mesin dengan magnet yang kuat. Gambar-gambar yang dihasilkan dari
MRI berupa foto digital yang dapat disimpan di komputer untuk dipelajari lebih
lanjut.
Alasan
Dilakukan MRI
MRI adalah salah satu cara dokter memeriksa dan
menghasilkan gambar organ, jaringan, dan sistem rangka dengan resolusi tinggi.
Hal itu nantinya dapat membantu dokter melakukan diagnosis berbagai kondisi.
§ Jantung dan pembuluh darah
MRI yang dilakukan pada jantung atau pembuluh darah
bertujuan melihat beberapa hal seperti ukuran dan fungsi pada serambi jantung,
ketebalan dan gerakan dinding jantung dan tingkat kerusakan akibat serangan
jantung. Selain itu dapat juga mendeteksi masalah struktural pada urat nadi,
seperti dinding pembuluh darah yang melemah atau sobek, maupun radang dan
penyumbatan pada pembuluh darah.
§ Otak dan saraf tulang belakang
MRI paling sering digunakan untuk menguji pencitraan
otak dan saraf tulang belakang. MRI pada otak juga dapat dimanfaatkan untuk
pertimbangan langkah operasi otak dengan melakukan identifikasi area bahasa dan
kendali gerakan yang penting. Beberapa penyakit pada otak dan saraf tulang
belakang yang dapat didiagnosis dengan MRI, antara lain stroke, tumor, aneurisma,
multiple sclerosis, cedera saraf tulang belakang, serta gangguan mata dan
telinga bagian dalam.
§ Tulang dan sendi
Pada bagian tulang dan sendi, MRI dapat membantu
mengevalusi kondisi seperti infeksi tulang, kelainan pada tulang belakang,
tumor pada tulang dan jaringan lunak, dan peradangan sendi. Juga dapat
mengetahui kondisi abnormal pada sendi yang disebabkan cedera traumatis atau
berulang.
§ Payudara
MRI dapat digunakan pada wanita yang berisiko tinggi
terkena kanker payudara atau bagi mereka yang memiliki jaringan payudara yang
padat. Langkah ini efektif untuk memberikan informasi tambahan dalam mendeteksi
keberadaan sel kanker payudara selain menggunakan mamografi.
§ Organ internal lain
MRI juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi tumor
atau gangguan lain dari berbagai organ tubuh, termasuk hati, ginjal, limpa,
pankreas, rahim, ovarium, prostat dan testis.
Memperhitungkan
Risiko
MRI tidak menggunakan radiasi X-ray dalam prosesnya.
Anda yang menjalani prosedur tersebut juga tidak akan merasa sakit. Hal ini
berarti orang yang rentan terhadap risiko radiasi X-ray seperti ibu hamil, bisa
menjalani MRI.
Hingga kini belum ada bukti terhadap risiko dari medan
magnet dan gelombang radio selama penggunaan MRI.
Kemungkinan rasa tidak nyaman akan dirasakan bagi Anda
yang memiliki rasa takut berada di ruang tertutup (claustrophobia), yang dapat
dibicarakan dengan dengan radiografer atau petugas yang bertanggung jawab di
ruang radiologi. Kemungkinan Anda akan diberikan obat penenang sebelum
dipindai.
Yang juga perlu diperhatikan, ada sebagian orang yang
tidak boleh melakukan pemindaian MRI karena adanya logam dalam tubuh. Selain
karena tidak aman, logam itu kemungkinan akan mengganggu gambar yang dihasilkan
MRI. Informasikan pada dokter atau radiografer jika pada tubuh Anda terdapat
logam atau alat elektronik, seperti alat pacu jantung atau pacemaker, implan
koklea pada telinga, defibrilator jantung yang ditanamkan atau katup jantung
buatan (artificial heart valves).
Informasikan juga bila pada tubuh Anda terdapat
prostesis sendi logam (metallic joint prostheses), klip logam (metal clip) atau
peluru, proyektil dan beragam jenis logam lainnya.
Konsultasi lanjutan diperlukan bagi Anda yang memiliki
gangguan ginjal atau gangguan hati sebelum MRI. Ada proses pemindaian MRI yang
memerlukan cairan kontras untuk hasil terbaik, namun sebaiknya dihindari atau
dibatasi jika memiliki gangguan ginjal atau hati.
Langkah
Persiapan
Sebelum melakukan pemeriksaan MRI, Anda dapat makan
dengan normal dan mengonsumsi obat-obatan seperti biasa, kecuali dokter
menyarankan sebaliknya. Pada sebagian kasus akan diberikan materi kontras,
misalnya gadolinium, yang kemungkinan akan disuntikkan melalui pembuluh darah
di tangan atau lengan.
Materi kontras dapat meningkatkan tampilan gambar
untuk detail tertentu. Materi kontras yang digunakan pada MRI umumnya memiliki
kemungkinan lebih rendah menimbulkan
reaksi alergi, dibandingkan dengan yang digunakan pada pemeriksaan CT scan.
Sebelum Anda diperiksa, maka Anda akan diminta menukar
pakaian terusan yang disediakan oleh rumah sakit dan melepas benda-benda di
tubuh Anda. Terutama jika Anda memakai perhiasan, seperti cincin, kalung, jam
tangan, atau jepit rambut. Sama halnya jika Anda memakai kacamata, alat bantu
dengar, gigi palsu, atau BH dengan penyangga logam, radiografer akan meminta
untuk dilepaskan.
Proses
Pemindaian Dengan MRI
Pada bagian tengah mesin MRI yang berbentuk tabung,
terdapat tempat tidur yang dapat digerakkan keluar masuk selama pasien
diperiksa secara berbaring. Anda dapat dimasukkan kaki atau kepala terlebih
dahulu, tergantung bagian tubuh mana yang akan dipindai. MRI akan dioperasikan
melalui komputer yang berada di ruangan terpisah demi menghindari medan magnet
dari mesin pemindai.
Anda dapat berkomunikasi dengan radiografer melalui
interkom dan mereka akan memantau Anda melalui sebuah monitor televisi.
Selama dilakukan pemeriksaan, alat MRI akan
mengeluarkan bunyi yang keras saat menghasilkan arus listrik yang dihasilkan
kumparan pemindai. Penyumbat telinga atau mengenakan headphone dengan musik,
dapat berguna meredam suara.
Hindari bergerak dan upayakan untuk tetap diam selama
pemindaian MRI berlangsung, sekitar 15 hingga 90 menit. Durasi tersebut
tergantung area tubuh yang diperiksa dan seberapa banyak gambar yang
dibutuhkan.
Tergantung kebutuhan, Anda mungkin akan diminta untuk
melakukan beberapa hal. Misalnya, menekan ibu jari ke arah jari-jari tangan
lain, menggosok kertas amplas, atau menjawab pertanyaan sederhana. Tujuannya
membantu mengetahui bagian otak mana yang mengendalikan tindakan tersebut.
Setelah selesai menjalani proses pemindaian yang dilakukan tanpa obat penenang,
Anda dapat segera kembali beraktivitas.
Meski pemindaian MRI tergolong non-invasif dengan
risiko yang kecil, sebagian orang sebaiknya mempertimbangkan kembali
penggunaannya. Selalu konsultasikan kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya
Anda menjalani pemeriksaan MRI.
Sumber :
http://www.rspondokindah.co.id/id/about-us/vision-and-mission
Senin, 09 Oktober 2017
Aplikasi Kecerdasan Buatan dalam Bidang Pendidikan
Aplikasi
Kecerdasan Buatan dalam Bidang Pendidikan
(Game
Who Wants to be A Millionaire)
Aplikasi yang ingin saya
jelaskan sebagai contoh aplikasi kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan di
sini adalah game edukasi Who Wants to be A Millionaire. Game edukasi merupakan
media pembelajaran yang dibuat dalam bentuk permainan.
Who Wants to Be a Millionaire
bermula dari sebuah kuis di televisi yang menawarkan hadiah uang tunai dalam
jumlah besar untuk peserta yang bisa menjawab 15 soal pilihan ganda. Acara ini
pertama kali ditayangkan di Britania Raya pada 4 September 1998. Formatnya
telah dilisensikan ke banyak stasiun televisi di lebih dari 100 negara.
Sekarang sudah ada versi gamenya dari acara kuis tersebut untuk PC.
Game ini sudah tidak asing
lagi. Salah satu game uji pengetahuan based on Kuis pada dunia nyata ini
menantang para pemain untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang sudah
disediakan. Akan ada beberapa tingkat yang berupa nominal uang, dimana semakin
banyak pemain menjawab maka akan semakin besar nominal uang yang didapat, namun
dalam hal ini tentunya pemain tidak akan mendapatlkan uang sungguhan karena ini
adalah sebuah game yang di buat untuk mengasah kemampuan pemain dan hiburan
semata. Dalam game ini pemain juga akan mendapatkan tiga bantuan yg hanya digunakan
satu kali.
Berikut ini adalah beberapa rules dari game tersebut:
·
Jika pemain salah dalam pertanyaan pertama,
maka pemain tidak mendapatkan hadiah apapun.
·
Game ini memiliki 3 titik aman yaitu, pada 2
juta, 50 juta dan terakhir 1 Milyard.
·
Pemain memilih jawaban dengan menggunakan
mouse. Gerakan mouse kepada button jawaban yang mau dipilih, lalu klik kiri
pada jawaban yang dipilih.
·
Pemain hanya boleh memilih satu jawaban yang di
anggapnya benar.
·
Pada game ini pemain mendapat 3 tipe bantuan.
Setiap bantuan hanya dapat digunakan 1 kali saja.
·
Jika pemain sudah menjawab satu pertanyaan
benar, pemain akan diberi pilihan untuk, lanjut ke pertanyaan berikutnya atau
berhenti. jika berhenti, pemain akan mendapat uang sebesar nominal pada titik
terakhir pemain berhasil menjawab secara benar.
·
Game ini sifatnya adalah hanya hiburan semata.
Berikut adalah beberapa cuplikan gambar dari game Who Wants
to be A Millionaire:
Senin, 03 Juli 2017
Pengertian SDLC dan contohnya untuk masing-masing tahapan
PENGERTIAN SDLC
DAN
CONTOH – CONTOHNYA UNTUK MASING - MASING
TAHAPAN
SDLC (Systems Development Life Cycle )
merupakan siklus hidup pengembangan system. Dalam rekayasa system dan rekayasa
perangkat lunak, SDLC berupa suatu proses pembuatan dan pengubahan sistem serta
model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut.
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi
pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu
kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi,
yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Pengembangan SDLC adalah proses yang
digunakan oleh analis system untuk mengembangkan sistem informasi, termasuk
persyaratan, validasi, pelatihan, dan pengguna (stakeholder) kepemilikan.
Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau
melampaui harapan pelanggan, mencapai penyelesaian dalam waktu dan perkiraan
biaya, bekerja secara efektif dan efisien di saat ini dan direncanakanTeknologi
Informasi infrastruktur, dan murah untuk mempertahankan dan biaya efektif.
System
Development Life Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem
melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan
banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain,
spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize &
stabilize. Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa
fase atau langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan
oleh tim yang berbeda. Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam fase atau
langkah. Jumlah fase SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara
umum adalah sama. Fase-fase tersebut adalah:
1. System/Information
Engineering and Modeling
Pengembangan
sistem informasi dimulai dengan mengadakan penelitian terhadap elemen-elemen
kebutuhan sistem bersangkutan dan mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan tersebut
dan menjabarkannya kedalam panduan bagi pengembangan sistem ditahap berikutnya.
Aspek-aspek yang berkaitan berupa elemen-elemen yang berkaitan dengan sistem
baik itu sumber daya manusia, peraturan perundang-undangan, perangkat keras
(hardware), prosedur kerja organisasi maupun beragam aspek lainnya, baik yang
terkait secara langsung maupun tidak dengan sistem komputerisasi yang akan
dibangun. Fase ini merupakan fase yang sangat penting (essential) untuk
mendapatkan gambaran utuh sistem guna pengembangan sistem bersangkutan kedalam
bentuk penerapan sistem yang berbasis komputerisasi.
2. Software
Requirements Analysis
Tahapan ini
juga dikenal sebagai proses feasibility study. Dalam tahapan ini, tim
pengembang sistem melakukan investigasi kebutuhan-kebutuhan sistem guna
menentukan solusi piranti lunak (software) yang akan digunakan sebagai tulang
punggung proses automatisasi /komputerisasi bagi sistem. Hasil investigasi
berupa rekomendasi kepada pengembang sistem dalam hal spesifikasi teknis proses
pengembangan sistem untuk tahap berikutnya yang berisikan hal-hal berkaitan
dengan kebutuhan personal (personnel assignments), biaya (costs), jadwal
pelaksanaan (project schedule), and batasan waktu penyelesaian pekerjaan
(target dates). Disamping itu juga direkomendasikan beragam aspek teknis
pengembangan software baik berupa fungsi-fungsi yang dibutuhkan (required
function), karakteristik sistem (behavior), performansi sistem (performance)
and antar muka aplikasi (interfacing).
3. Systems
Analysis and Design
Pada tahapan
ini, tim pengembangan sistem mendefinisikan proses-proses dan
kebutuhan-kebutuhan sistem yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi
(software development process). Dalam fase ini ditentukan pemilihan teknologi
yang akan diterapkan baik berupa client/server technology, rancangan database,
maupun beragam aspek lainnya yang berkaitan dengan kegiatan analisis dan
perancangan ini.
4. Code
Generation
Pada tahapan
ini hasil dari fase-fase sebelumnya dituangkan kedalam penulisan kode-kode
dengan menggunakan bahasa pemrograman komputer yang telah ditentukan dalam
tahap sebelumnya. Untuk melakukan pemrograman ini dibutuhkan
perangkat-perangkat pemrograman seperti Code Editor, Compiler, Interpreter dan
aneka perangkat lunak berkaitan lainnya sesuai dengan kebutuhan pemrograman
bersangkutan.
5. Testing
Setelah
proses penulisan kode pemrograman langkah berikutnya berupa proses pengujian
terhadap hasil pemrograman tersebut . Pengujian mencakup beragam aspek yang
berkaitan dengan System & Performance dari fase Code Generation.
Pengujian-pengujian tersebut berupa Pengujian Database, Pengujian Validitas
Data, Pengujian Logic Aplikasi, Pengujian Antar Muka Aplikasi (General User
Interface/GUI), Pengujian User Administration. Hasil pengujian ini merupakan
Umpan balik perbaikan System & Performance yang akan digunakan dalam proses
perbaikan sistem hingga mencapai hasil yang diharapkan dan telah ditentukan
sebelumnya.
6. Maintenance
Fase ini
merupakan fase perawatan terhadap sistem yang telah dikembangkan dan
diimplementasikan. Cakupan fase ini berupa proses perawatan terhadap sistem
yang berkaitan dengan perawatan berkala dari sistem maupun proses terhadap
perbaikan sistem manakala sistem menghadapi kendala dalam operasionalnya akibat
masalah teknis dan non teknis yang tidak terindikasi dalam proses pengembangan
sistem. Proses Maintenance ini juga meliputi upaya-upaya pengembangan terhadap
sistem yang telah dikembangkan sebelumnya dalam menghadapi mengantisipasi
perkembangan maupun perubahan sistem bersangkutan.
Siklus SDLC
dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam.
Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama
expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan
sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai
harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke
langkah sebelumnya.
Kaji ulang
yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan
pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control
dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan
quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas
sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik
akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.
Dalam SDLC,
dijabarkan menjadi 7 langkah (aktifitas utama):
Planning, Analysis,
Design, Development, Testing, Implementation dan Maintenance. Karena
langkah-langkah ini bersifat urut (skuensial) dengan maksud, langkah ke 4 hanya
bisa dilakukan jika langkah ke 3 sudah dilakukan, maka gambar urutan mirip
seperti ‘Air Terjun’, sehingga beberapa buku menyebutnya juga sebagai
‘Waterfall Methodology‘.
Pengertian, manfaat perlindungan terhadap aspek-aspek(confidentiality,integrity,availability) pada Information Security Management System(ISMS)
PENGERTIAN, MANFAAT PERLINDUNGAN TERHADAP
ASPEK – ASPEK
( CONFIDENTIALITY, INTEGRITY,
AVAILABILITY )
PADA INFORMATION SECURITY MANAGEMENT
SYSTEM
( ISMS )
Sistem
Manajement Keamanan Informasi (ISMS), biasanya digunakan oleh para manajer
untuk membuat tolak ukur, menganalisa, dan mengendalikan keamanan informasi
perusahaan atau masing-masing dari mereka. Konsep utama ISMS untuk suatu
organisasi adalah untuk membuat suatu rancangan, mengimplementasikan rancangan
tersebut, serta menjaga suatu rangkaian proses dan sistem secara efektif, juga
mengelola suatu keamanan informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas, serta
ketersediaan aset-aset informasi serta meminimalisir berbagai risiko keamanan
informasi.
Manajemen
Keamanan Informasi ini memberikan perlindungan yang menyangkut informasi dan
penghitungan aset. Standar ISO/IEC 27001:2005 merupakan proses dari
mengaplikasikan kontrol manajemen keamanan di dalam suatu organisasi yang
bertujuan untuk mendapatkan servis keamanan dalam rangka meminimalisir resiko
aset dan memastikan kelangsungan bisnis. Servis keamanan yang utama yang harus
diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Information Confidentiality (Kerahasiaan Informasi)
2. Information Integrity (Integritas
Informasi)
3. Service Availability (Ketersediaan servis)
Manajemen
Keamanan Informasi ini mempunyai 3 bagian kunci dalam menyediakan jaminan layanan keamanan
informasi, diantaranya :
1. Kerahasiaan
Memastikan
bahwa informasi dapat diakses hanya untuk mereka yang mempunyai hak untuk
mempunyai akses.
2. Integritas
Melindungi
suatu kelengkapan dan ketelitian suatu informasi dan juga memproses metoda.
3. Ketersediaan
Memastikan
bahwa para penggunanya mempunyai hak akses kedalam informasi dan berhubungan
dengan aset ketika dibutuhkan.
Manfaatnya :
Beberapa
manfaat yang akan di peroleh dari Information Security Management System
(ISMS), yaitu :
1. ISO 27001 menuntut Anda untuk terus
meningkatkan keamanan informasi dari perusahaan Anda. Hal ini membuat Anda
dapat lebih menentukan jumlah keamanan yang tepat dibutuhkan di perusahaan
anda. Sumber daya yang dihabiskan dalam jumlah yang tepat.
2. Memberikan keyakinan dan jaminan kepada
klien ataupun mitra dagang, bahwa perusahaan yang dikelola mempunyai manajemen
keamanan informasi yang baik sesuai standar internasional. Selain itu, ISO
27001 dapat digunakan pula untuk mempromosikan perusahaan.
3. Memastikan bahwa organisasi Anda memiliki
kontrol terkait keamanan informasi terhadap lingkungan bisnis, pada prosesnya
yang mungkin akan menimbulkan resiko atau gangguan.
4. Operasional organisasi atau perusahaan akan
berjalan baik karena tugas dan tanggung jawab serta proses bisnis terdefinisi
dengan jelas.
5.
Membantu organisasi dalam menjalankan perubahan-perubahan baik yang
berkesinambungan dalam pengelolaan keamanan informasi.
Langganan:
Postingan (Atom)









