Pada umumnya sebuah mobil dikendalikan oleh pengemudi dengan melibatkan setir dan alat mekanik lainnya seperti pedal gas, rem, maupun kopling untuk bisa dijalankan. Terkadang sang supir merasakan kelelahan ketika berada dikemacetan lalu lintas, mobil menjadi boros bahan bakar, dan rawan terhadap kecelakaan. Untuk itu saya berpikir jika ada mobil yang bisa mengemudi sendiri tanpa harus dikemudikan oleh si pengemudi dan kita tinggal memilih lokasi mana yang ingin kita tuju melalui Peta/GPS yang ada pada mobil tersebut atau pada smartphone kita, sehingga pengemudi tidak kelelahan ketika berada dikemacetan lalu lintas, lebih hemat bahan bakar, dan resiko kecelakaan bisa teratasi.
Gambaran
Cara kerja mobil self-driving
Sama seperti mobil-mobil modern yang dilengkapi dengan sistem canggih untuk menghindari tabrakan, setiap self-driving car merupakan harta karun berupa sensor dan gadget yang dirancang untuk menelan sebanyak mungkin informasi dari sekitarnya. Oleh karena itu setiap mobil self-driving dipenuhi perangkat yang nilainya mencapai 90.000 poundsterling (sekitar 1,78 miliar). perangkat radar dan jarak laser berkapasitas 64 beam, perangkat yang memungkinkan mobil untuk memetakan daerah disekitarnya dalam bentuk 3D bersama dengan sebuah petunjuk dari sensor lainnya dan mekanisme akuisisi data yang memungkinkan mobil untuk mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan untuk dapat mengendarainya sendiri.
Keunggulan mobil self-driving
1. Berkendara jauh lebih aman
Sudah banyak kecelakaan jalan raya disebabkan oleh kelalaian si pengemudi sehingga banyak memakan korban jiwa. Tetapi teknologi self-driving mampu mereduksi angka kematian tersebut. Pasalnya mobil ini memiliki sejumlah sensor yang terus aktif, memantau wilayah di sekitar mobil untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan mobil menghindari kontak fisik dengan objek di sekitarnya. Bahkan keselamatan pejalan kaki juga menjadi aspek penting bagi teknologi self-driving.
2. Lebih hemat bahan bakar
Mobil self-driving memiliki keunggulan dimana konsumsi bahan bakarnya lebih sedikit dibandingkan dengan mobil konvensional. Alasannya adalah kendali sistem yang kompak. Jika di depan ada mobil yang mendadak berhenti, mobil self-driving akan mengerahkan semua komponen yang memungkinkan mobil untuk berhenti. Berbeda dengan mobil konvensional yang hanya mengandalkan rem. Mesin juga bisa diprogram agar tidak memberikan gaya dorong sama sekali ketika tidak dibutuhkan. Lebih lanjut, kecepatan yang stabil membuktikan konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit.
3. Meminimalisir kemacetan
Salah satu penyebab utama kemacetan ialah sikap pengemudi yang egois. Seringkali satu mobil dengan mobil lainnya berbaris dengan jarak masing-masing sepanjang 10 meter sehingga ada ruas yang kosong. Sebenarnya hal ini biasa dilakukan dengan alasan keamanan. Jarak yang cukup jauh memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk merespon dan menghindari tabrakan. Namun mobil self-driving jauh lebih peka terhadap wilayah disekitarnya. Termasuk pada sisi depan, belakang, kanan, dan kiri. Bahkan pada jarak yang hanya beberapa puluh sentimeter antar mobil, itu sudah cukup aman.
4. Tidak perlu repot mencari tempat parkir
Ketika kamu mengunjungi tempat perbelanjaan dengan mobil self-driving, ia akan mengantarkan kamu sampai ke pintu masuk. Selanjutnya, mobil akan menuju lahan parkir dan mencari area yang kosong untuk ditempati. Setelah itu ketika akan pulang, kamu hanya perlu menunggu mobil menjemputmu. Semuanya telah dilakukan secara mandiri oleh teknologi self-driving. Selain itu pada mobil self-driving juga ada yang dinamakan teknologi auto-parking. Teknologi ini bisa memarkirkan dirinya sendiri dengan sempurna tanpa harus diatur oleh pengemudi.
5. Tidak melanggar lalu lintas
Setiap kali berkendara dijalan raya, hampir selalu saja kita melihat pengendara yang ditilang karena melanggar lalu lintas. Entah itu melanggar lampu merah, kecepatan di luar batas, atau tidak menyalakan lampu. Pada mobil self-driving telah diprogram untuk mengerti semua aturan lalu lintas tersebut. Sayangnya, mungkin akan sedikit runyam ketika diadakan razia mendadak sementara mobil sedang dalam kendali otomatis dan tidak ada orang di dalam.
Kelemahan mobil self-driving
1. Masalah keandalan dan kerusakan pada mesin
Meski kita tidak meragukan keandalan sistem elektronik yang ada pada mobil self-driving dimasa depan, pertanyaan lain yang masih menggantung adalah tentang umur ketahanan dan kerusakan dari perangkat elektronik yang ada pada kendaraan tersebut, mengingat bahwa sejumlah desktop, laptop, tablet, dan bahkan smartphone dapat rusak.
Bahkan jika elektronikanya dalam kondisi baik, bagian mesin pada sebuah mobil dapat mengalami keausan dan rentan mengalami kerusakan disetiap bagian dimesin.
2. Kemungkinan dapat dibajak
Ada kemungkinan hambatan lain, resiko yang sangat nyata bahwa perangkat lunak yang mengendalikan mobil self-driving dapat dipengaruhi oleh virus atau bahkan bisa dibajak oleh peretas komputer. Percobaan terbaru membuktikan bahwa hal ini dapat terjadi, yang berarti bahwa seseorang yang memahami pemrograman dan sejumlah kode komputer dapat mencuri mobil tersebut dalam waktu singkat.














