Cibophobia (Rasa takut akan makanan)
Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
Somniphobia (Rasa Takut Untuk Tidur)
Somniphobia adalah ketakutan seseorang untuk memejamkan mata alias tidur. Phobia satu ini tergolong berbahaya karena dengan tidak mau tidur, maka kesehatan akan terganggu dan tubuh pun tak memperoleh kesempatan untuk memulihkan energi.
Kamis, 19 Mei 2016
Biografi Chairul Tanjung
Chairul Tanjung
adalah pengusaha asal Indonesia. Ia seorang pemilik perusahaan CT Corp yang
membawahi anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global
Resources. Ia selain menjadi pengusaha, ia juga menjabat sebagai Menko Perekonomian
menggantikan Hatta Rajasa pada tahun 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014.
Biografi Chairul Tanjung
Nama : Chairul Tanjung
Lahir : Jakarta, 16 Juni 1962
Pendidikan : Universitas Indonesia (Institut Pendidikan
dan Pembinaan Manajemen)
Agama : Islam
Pekerjaan : Pemilik CT Corp
Istri : Anita Ratnasari Tanjung
Anak : Putri Indahsari Tanjung
Rahmat Dwiputra Tanjung
Chairul Tanjung berada dalam keluarga yang
sederhana dan tinggal bersama dengan enam saudara lainnya. Ketika pada masa
orde baru, ayahnya dipaksa tutup karena bersebrangan secara politik dengan
penguasa saat itu. Keadaan ini yang membuat mereka tinggal di kamar losmen yang
sempit.
Pendidikan
Chaerul Tanjung bersekolah di SD Van Lith,
Jakarta pada tahun 1975. Kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith,
Jakarta tahun 1978, kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMA
Negeri 1 Boedi oetomo, Jakarta tahun 1981, lalu melanjutkan study-nya di
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun 1987, kemudian di
Executive IPPM tahun 1993.
Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, Chairul
Tanjung berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan jasa foto kopi di kampus. Ia
juga pernah mendirikan tokoh yang menjual peralatan khusus kedokteran dan
laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun tokonya tersebut bangkrut.
Chairul Tanjung merupakan anak yang teladan dengan bukti ia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada tahun 1984-1985.
Memulai
Membangun Bisnis
Setelah lulus kuliah, Chaerul Tanjung
bersama tiga rekannya mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama PT Pariarti
Shindutama pada tahun 1987. Bermodal awal sekitar Rp 150.000.000,00 yang
dipinjam dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.
Keberuntungan berpihak padanya, karena
perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari
Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairu
Tanjungl memilih keluar dan mendirikan usaha sendiri.
Chaerul Tanjung menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).
Kehebatannya dalam membangun jaringan dan
sebagai pengusaha, membuat bisnis yang ia kelola semakin berkembang. Chairul
Tanjung mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti, yaitu; keuangan, properti,
dan multimedia.
1. Chairul Tanjung memiliki sejumlah
perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa
Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega
Syariah, dan Mega Finance.
2. Perusahaan tersebut membawahi Para
Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega
Indah Propertindo. Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar
ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall
sebagai Central Business District pada tahun 1999.
3. Di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya,
Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40
persen. MoU (memorandum of understanding)pembelian
saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.
4. Di bidang penyiaran dan
multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans
Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.
Chairul Tanjung meresmikan
perubahan Para Grup menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011. CT Corp
terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global
Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan,
dan sumber daya alam.
Tips
Berbisnis dari Chairul Tanjung
Chairul Tanjung merupakan seorang
pengusaha sukses dalam berbisnis ia memiliki beberapa cara agar bisnis yang ia
kelola menjadi lebih baik dan tentunya sukses.
Chairul Tanjung menyatakan bahwa
dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan adalah hal yang penting. Selain
itu memiliki rekanan yang baik sangat diperlukan. Membangun relasi pun bukan
hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum
terkenal sekalipun. Baginya, pertemanan yang baik akan membantu proses
berkembangnya bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus
maka jejaring bisa diandalkan.
Dalam hal investasi, Chairul
Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan
yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak
menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar
negeri.
Menurutnya modal memang penting
dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras,
merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses.
Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Dimana membangun
kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan
bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu
persatu. Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak
tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai
banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah
salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.
Langganan:
Postingan (Atom)


