Minggu, 11 Desember 2016

INOVASI UNTUK 5 TAHUN KEDEPAN

MOBIL SELF-DRIVING



Pembahasan

Pada umumnya sebuah mobil dikendalikan oleh pengemudi dengan melibatkan setir dan alat mekanik lainnya seperti pedal gas, rem, maupun kopling untuk bisa dijalankan. Terkadang sang supir merasakan kelelahan ketika berada dikemacetan lalu lintas, mobil menjadi boros bahan bakar, dan rawan terhadap kecelakaan. Untuk itu saya berpikir jika ada mobil yang bisa mengemudi sendiri tanpa harus dikemudikan oleh si pengemudi dan kita tinggal memilih lokasi mana yang ingin kita tuju melalui Peta/GPS yang ada pada mobil tersebut atau pada smartphone kita, sehingga pengemudi tidak kelelahan ketika berada dikemacetan lalu lintas, lebih hemat bahan bakar, dan resiko kecelakaan bisa teratasi.

Gambaran



Cara kerja mobil self-driving


Sama seperti mobil-mobil modern yang dilengkapi dengan sistem canggih untuk menghindari tabrakan, setiap self-driving car merupakan harta karun berupa sensor dan gadget yang dirancang untuk menelan sebanyak mungkin informasi dari sekitarnya. Oleh karena itu setiap mobil self-driving dipenuhi perangkat yang nilainya mencapai 90.000 poundsterling (sekitar 1,78 miliar). perangkat radar dan jarak laser berkapasitas 64 beam, perangkat yang memungkinkan mobil untuk memetakan daerah disekitarnya dalam bentuk 3D bersama dengan sebuah petunjuk dari sensor lainnya dan mekanisme akuisisi data yang memungkinkan mobil untuk mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan untuk dapat mengendarainya sendiri.

Keunggulan mobil self-driving

1. Berkendara jauh lebih aman


    Sudah banyak kecelakaan jalan raya disebabkan oleh kelalaian si pengemudi sehingga banyak             memakan korban jiwa. Tetapi teknologi self-driving mampu mereduksi angka kematian tersebut.         Pasalnya mobil ini memiliki sejumlah sensor yang terus aktif, memantau wilayah di sekitar mobil       untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan mobil                   menghindari kontak fisik dengan objek di sekitarnya. Bahkan keselamatan pejalan kaki juga               menjadi aspek penting bagi teknologi self-driving.

2. Lebih hemat bahan bakar


    Mobil self-driving memiliki keunggulan dimana konsumsi bahan bakarnya lebih sedikit                       dibandingkan dengan mobil konvensional. Alasannya adalah kendali sistem yang kompak. Jika di       depan ada mobil yang mendadak berhenti, mobil self-driving akan mengerahkan semua komponen     yang memungkinkan mobil untuk berhenti. Berbeda dengan mobil konvensional yang hanya               mengandalkan rem. Mesin juga bisa diprogram agar tidak memberikan gaya dorong sama sekali         ketika tidak dibutuhkan. Lebih lanjut, kecepatan yang stabil membuktikan konsumsi bahan bakar       yang lebih sedikit.

3. Meminimalisir kemacetan


    Salah satu penyebab utama kemacetan ialah sikap pengemudi yang egois. Seringkali satu mobil           dengan mobil lainnya berbaris dengan jarak masing-masing sepanjang 10 meter sehingga ada ruas       yang kosong. Sebenarnya hal ini biasa dilakukan dengan alasan keamanan. Jarak yang cukup jauh       memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk merespon dan menghindari tabrakan. Namun             mobil self-driving jauh lebih peka terhadap wilayah disekitarnya. Termasuk pada sisi depan,               belakang, kanan, dan kiri. Bahkan pada jarak yang hanya beberapa puluh sentimeter antar mobil,         itu sudah cukup aman.

4. Tidak perlu repot mencari tempat parkir


    Ketika kamu mengunjungi tempat perbelanjaan dengan mobil self-driving, ia akan mengantarkan       kamu sampai ke pintu masuk. Selanjutnya, mobil akan menuju lahan parkir dan mencari area yang     kosong untuk ditempati. Setelah itu ketika akan pulang, kamu hanya perlu menunggu mobil                 menjemputmu. Semuanya telah dilakukan secara mandiri oleh teknologi self-driving. Selain itu           pada mobil self-driving juga ada yang dinamakan teknologi auto-parking. Teknologi ini bisa               memarkirkan dirinya sendiri dengan sempurna tanpa harus diatur oleh pengemudi.

5. Tidak melanggar lalu lintas


    Setiap kali berkendara dijalan raya, hampir selalu saja kita melihat pengendara yang ditilang               karena melanggar lalu lintas. Entah itu melanggar lampu merah, kecepatan di luar batas, atau tidak     menyalakan lampu. Pada mobil self-driving telah diprogram untuk mengerti semua aturan lalu             lintas tersebut. Sayangnya, mungkin akan sedikit runyam ketika diadakan razia mendadak                   sementara mobil sedang dalam kendali otomatis dan tidak ada orang di dalam.

Kelemahan mobil self-driving

1. Masalah keandalan dan kerusakan pada mesin


    Meski kita tidak meragukan keandalan sistem elektronik yang ada pada mobil self-driving dimasa       depan, pertanyaan lain yang masih menggantung adalah tentang umur ketahanan dan kerusakan          dari perangkat elektronik yang ada pada kendaraan tersebut, mengingat bahwa sejumlah desktop,        laptop, tablet, dan bahkan smartphone dapat rusak.
   Bahkan jika elektronikanya dalam kondisi baik, bagian mesin pada sebuah mobil dapat mengalami      keausan dan rentan mengalami kerusakan disetiap bagian dimesin.

2. Kemungkinan dapat dibajak


    Ada kemungkinan hambatan lain, resiko yang sangat nyata bahwa perangkat lunak yang                     mengendalikan mobil self-driving dapat dipengaruhi oleh virus atau bahkan bisa dibajak oleh             peretas komputer. Percobaan terbaru membuktikan bahwa hal ini dapat terjadi, yang berarti bahwa     seseorang yang memahami pemrograman dan sejumlah kode komputer dapat mencuri mobil               tersebut dalam waktu singkat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar